[Lengkap] Pengertian & Contoh Landasan Teori Proposal, Penelitian, Skripsi

Saat menyusun proposal, penelitian mau pun skripsi, Anda tentu sering kali mengalami kesulitan. Selain terkait ide, bagian landasan teori sering kali menjadi hal yang dianggap sulit bagi banyak orang.

Lalu apa sebenarnya pengertian dari landasan teori?

Berikut adalah beberapa ulasan pengertian hingga contoh landasan teori proposal, penelitian dan skripsi yang dapat menjadi bahan pembelajaran Anda :

Pengertian Landasan Teori

Contoh Landasan Teori

Teori memiliki pengertian salah satu unsur yang memiliki peranan penting dalam sebuah penelitian. Teori ini merupakan unsur ilmiah yang menjelaskan mengenai fenomena atau kejadian sosial yang menjadi perhatian di dalam sebuah penelitian.

Landasan teori ini berisi serangkaian definisi, konsep, kontrak, asumsi, hingga proposisi yang memberikan penjelasan terkait dengan fenomena sosial dengan merumuskan hubungan antar variabel yang disusun secara sistematis. Adanya landasan teori ini menjadikan penelitian yang dilakukan memiliki dasar teori yang kuat.

Agar penelitian yang Anda lakukan berbobot, perlu Anda perhatikan baik – baik penyusunan landasan teori secara tepat dan benar, karena landasan teori ini merupakan fondasi awal dari penyusunan penelitian, proposal mau pun skripsi yang dilakukan.

Contoh Landasan Teori

Contoh Landasan Teori

Berikut ini merupakan contoh susunan landasan teori di dalam sebuah penelitian mengenai daun sirih :

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Daun Sirih

Di masa sekarang di mana semakin banyak orang yang peduli dengan kesehatan dan kebugaran, pengobatan herbal juga semakin banyak dicari untuk menjadi pilihan pengobatan.

Salah satu alasan mendasar mengapa hal ini banyak dilakukan adalah karena harganya yang relatif lebih terjangkau dan tidak memberikan efek samping berlebihan saat dikonsumsi.

Salah satu tanaman yang banyak dijumpai di sekitar dan memiliki banyak manfaat untuk pengobatan adalah sirih. Daun sirih ini dipercaya memiliki banyak manfaat sebagai bagian dari pengobatan herbal.

2.1.2 Sirih (Piper betle L.)

Klasifikasi tanaman sirih

  • Regnum : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Subdivisi : Angiospermae
  • Classis : Dicotyledoneae
  • Ordo : Piperales
  • Familia : Piperaceae
  • Genus : Piper
  • Species : Piper betle L.

2.1.3 karakteristik Tanaman Sirih

Tanaman sirih yang memiliki nama latin Piper betle L. ini merupakan tanaman yang tumbuh memanjat dengan tinggi 5 hingga 15 cm. Daun sirih memiliki karakteristik helaian dengan bentuk bulat telur atau bulat telur lonjong dan pada pangkalnya berbentuk jantung.

Perbungaan pada tanaman sirih ini terdiri dari beberapa bulir yang tumbuh sendiri – sendiri pada ujung cabang dan berhadapan dengan daun. Pada bulir bunga jantan, memiliki ukuran panjang gagang sekitar 1,5 – 3 cm dengan benang sari yang sangat pendek.

Sementara bulir betinanya memiliki ukuran panjang gagang 2.5 – 6 cm dengan bagian kepala putik 3 – 5 cm.

2.1.4 Kandungan Kimia Dauh Sirih

Daun sirih memiliki kandungan kimia yang cukup beragam, di antaranya saponin, flavonoid, minyak atsiri dan polifenol. Banyaknya kandungan kimia dalam daun sirih ini membuat daun ini memiliki banyak khasiat di antaranya sebagai obat bisul, obat sakit mata, obat sariawan, obat hidung berdarah dan obat batuk.

2.1.6 Tinjauan Tentang Ekstrak

Ekstrak merupakan sediaan pekat yang dihasilkan dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia hewani atau simplisia nabati menggunakan pelarut tertentu yang sesuai dan melalui proses penguapan dan menyisakan massa atau serbuk hasil dari proses ekstraksi. Pembuatan ekstrak ini bertujuan agar zat berkhasiat yang ada di dalamnya lebih mudah untuk diatur dosisnya saat digunakan.

Dalam proses pembuatan ekstrak ini ada beberapa metode pembuatan yang dapat dilakukan, di antaranya dengan metode maserasi, perkolasi dan sohletasi.

2.1.7 Tinjauan Tentang Tablet Hisap

Tablet merupakan sediaan padat yang di dalamnya terkandung bahan obat dengan atau pun tanpa bahan pengisi. Bentuk sediaan tablet ini memiliki keuntungan seperti kemudahan dalam penyajian, ketepatan dosis , mudah dibawa, hingga tahan dalam proses penyimpanan yang relatif lama.

Tablet hisap adalah tablet sediaan padat dengan kandungan satu atau lebih bahan obat, dengan tambahan bahan beraroma dan manis, yang dapat membuat tablet larut perlahan dan hancur saat dihisap perlahan dalam mulut. Tablet hisap ini digunakan untuk mengobati atau pun mencegah adanya infeksi pada rongga mulut dan rahang.

Dalam proses pembuatan tablet hisap ini digunakan beberapa bahan tambahan yang tujuannya agar hasil dari tablet hisap ini sesuai dan memenuhi kriteria tablet hisap yang baik.

Bahan tambahan yang digunakan untuk tablet hisap ini umumnya tidak memiliki rasa, tidak berbau, netral dan bila mungkin tidak berwarna sehingga tidak menyebabkan perubahan fisik mencolok saat ditambahkan pada ekstrak bahan dasarnya.

Bahan tambahan yang diperlukan untuk membuat tablet hisap antara lain :

  • Bahan pengikat (binders) yang biasa digunakan adalah polietilen dan Polivinil Pirolidon (PVP).
  • Bahan pelicin (lubricant), seperti talk dan magnesium stearat digunakan dengan perbandingan 9:1
  • Bahan pengisi (diluents), digunakan untuk menjamin tablet memiliki ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. bahan pengisi yang biasa digunakan : glukosa, laktosa dan levulosa.
  • Bahan pemanis dan pemberi rasa, seperti manitol, sukrosa, sakarin dan aspartam

2.2 Kajian Penelitian yang Relevan

Setelah membuktikan dengan penelitian, maka penulis akan mengembangkan kandungan daun sirih yang memiliki khasiat untuk mengobati beragam penyakit, dengan cara mengekstraksi dan menjadikannya tablet hisap dengan tambahan bahan pengikat berupa Polivinil Pirolidon untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan saat dikonsumsi.

2.3 Kerangka Berpikir

Awalnya penulis menemukan beberapa fakta bahwa pemanfaatan daun sirih yang diolah secara tradisional dengan direbus dan dikonsumsi air rebusannya kurang diminati.

Maka dari itu, untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan dalam mengonsumsi daun sirih tanpa mengurangi khasiatnya, pada penelitian yang dilakukan oleh penulis ini akan dibuat tablet hisap yang berasal dari ekstrak daun sirih.

Tablet hisap yang umumnya beraroma dan manis ini tentu akan lebih nyaman saat dikonsumsi dengan dihisap pelan – pelan di dalam mulut hingga tablet larut dan hancur.

Komponen penting yang berperan dalam pembuatan tablet hisap ini adalah bahan pengikat. Adanya bahan pengikat ini akan memberikan pengaruh pada tingkat kekerasan tablet hisap.

Penelitian ini menggunakan bahan pengikat berupa Polivinil Pirolidon (PVP) yang banyak dimanfaatkan untuk membuat granul. Bahan PVP ini memiliki banyak kelebihan, seperti dapat larut pada air dan alkohol, merupakan pengikat kering yang menghasilkan tablet yang kering dan bagus, dan aman untuk dikonsumsi secara oral.

Bila dijadikan bahan pengikat dengan kadar 0.5 – 5%, tidak memberikan efek toksik karena tidak diabsorbsi oleh membran mucus atau pun saluran pencernaan.

2.4 Hipotesis Penelitian

Adanya kenaikan konsentrasi dari bahan pengikat Polivinil Pirolidon ini memberikan pengaruh terhadap sifat fisik tablet hisap ekstrak daun sirih (Piper betle L.). naiknya konsentrasi dari Polivinil Pirolidon (PVP) ini meningkatkan kekerasan dari tablet hisap, memperpanjang waktu larut tablet hisap, dan menurunkan tingkat kerapuhan tablet hisap.