Kominfo Tutup Telegram, Apakah Akan Diblokir? Ini Penjelasannya

Kominfo Tutup Telegram

Beredar kabar bahwa Kominfo akan tutup Telegram, dengan begitu apakah Telegram akan dihapus atau diblokir? Sebenarnya bukan aplikasinya yang akan ditutup, melainkan akun atau channel yang membagikan konten ilegal.

Baru-baru ini tersiar kabar bahwa kominfo akan menutup aplikasi Telegram, hal itu tentu sangat mengejutkan mengingat sampai saat ini pertumbuhan pengguna aplikasi tersebut sangat luar biasa di Indonesia.

Apalagi sejak pandemi bulan mei lalu dimana mulai diberlakukan proses belajar mengajar dari rumah menggunakan media Smartphone dan aplikasi chatting yaitu Telegram sebagai media untuk membagikan tugas dan soal-soal dari guru.

Kita tau sendiri bahwa ada banyak fitur Telegram yang sangat bermanfaat bagi para penggunanya, karena selain bisa menyematkan pesan aplikasi ini kita juga bisa mengirim file baik berupa dokumen, musik, video dan media lain.

Banyak Konten Film Gratis Didalam Telegram

Karena fitur tersebut bisa digunakan oleh siapa saja sehingga pengguna bisa dengan bebas membagikan file video terutama film didalamnya. Biasanya orang tersebut akan membuat channel Telegram dan mengundang beberapa orang untuk melakukan subscribe.

Nah hal inilah yang terkadang disalahgunakan oleh beberapa pengguna sehingga mereka mengirimkan video ilegal yang berupa film dan seharusnya bisa ditonton melalui bioskop dengan cara membeli tiket.

Tentu film ilegal sangat merugikan terhadap pembuat film, karena dengan begitu mereka tidak akan mendapatkan pemasukan akibat tindakan tersebut dan sekaligus mematikan kreatifitas mereka, karena kita bisa mencari film di Telegram secara bebas.

Kominfo Akan Tutup Akun Telegram yang Bagikan Film Bioskop Gratis

Sebenarnya pencarian film bioskop di Telegram bukan hal yang baru dan bahkan sudah bisa dilakukan dari beberapa tahun yang lalu. Hanya saja akhir-akhir ini pencarian tersebut semakin meningkat dan juga penyedianya pun semakin ramai.

Mau tidak mau Kominfo harus melakukan tindakan tegas dengan cara memblokir pengguna atau channel yang membagikan konten ilegal. Meningat ada banyak sekali aduan yang diterima baik oleh masyarakat, direktorat jendral kekayaan intelektual dan dari pelaku usaha film tersebut.

Bagi sebagian pengguna yang pernah menonton film di Telegram pastinya sudah tau bahwa didalam tersebut kita bisa menonton film bahkan tanpa harus menyimpannya terlebih dahulu ke galeri, jadi langsung bisa streaming.

Apa Keuntungan Pengguna dengan Membuat Channel Film Gratis?

Pasti sebagian dari kalian akan bertanya-tanya apa sebenarnya tujuan dari pengguna yang membagikan film secara gratis, padahal di Telegram kita tidak bisa memonetisasi kontennya.

Jawabannya adalah untuk membangun kolam, jadi dengan begitu akan ada banyak pelanggan (subscriber) yang siap menerima notifikasi terbaru dari channel tersebut. Dengan begitu mereka memiliki data sehingga bisa digunakan untuk mempromosikan misalnya untuk jualan produk, afiliasi dan semacamnya.

Ada juga yang memang iseng membagikan konten film, biasanya orang-orang seperti ini akan sering mengupdate film dan juga ada yang dialihkan kebeberapa website tertentu yang sudah dipasangi dengan iklan sehingga penghasilan mereka dari situ.

Kesimpulan

Kominfo akan menutup akun atau channel Telegram yang membagikan film bioskop secara gratis. Nah, perlu diperjelas bahwa bukan aplikasinya yang akan diblokir melainkan akun yang membagikan konten tersebut yang akan dinonaktifkan alias ditutup.

Karena masih ada banyak orang yang tidak tau akan hal ini, mereka banyak yang mengira bahwa aplikasi Telegram yang akan ditutup, sejatinya tidak! Semoga dengan adanya artikel ini bisa memberikan informasi yang diinginkan, jangan lupa bagikan kepada yang lain.