Penjelasan Struktur Bakteri dan Jenis-Jenisnya, Apa saja?

Beragam Jenis dari Struktur Bakteri yang Harus Kamu Tahu! Bakteri berasal dari kata bacterion yang berarti hewan kecil. Bakteri merupakan makhluk hidup terkecil yang masuk ke dalam organisme uniseluler atau biasa disebut dengan makhluk hidup yang bersel satu.

Makhluk kecil ini juga termasuk jenis sel prokariotik, yaitu sel yang tidak memiliki membran inti dan sistem endomembran (membran dalam) seperti RE (Retikulum Endoplasma) dan badan Golgi.

Selain itu, bakteri juga memiliki dinding yang melindungi tubuh bakteri, tetapi dinding tersebut tidak memiliki klorofil.

Antony Van Leevwenhoek adalah ilmuwan Belanda yang menjadi orang pertama penemu bakteri.

Dia adalah orang yang sama yang membuat mikroskop lensa tunggal pada tahun 1674. Setelah satu setengah abad berlalu, yaitu pada tahun 1828 ada seorang ilmuwan bernama Ehrenberg yang mulai memperkenalkan bakteri.

Tubuh bakteri terdapat struktur bakteri yang menunjang kehidupannya. Struktur-struktur yang ada di dalamnya memiliki peran dan tugasnya masing-masing yang saling bersinergi satu sama lainnya. Kali ini akan dijelaskan sedikit di bawah sini mengenai struktur dari tubuh bakteri dan lengkap dengan tugasnya, di antaranya:

Struktur Bakteri dan Fungsinya

Struktur Bakteri

Kapsul dan Lapisan Lendir

Kapsul pada bakteri adalah lapisan terluar berupa senyawa yang telah disekresi oleh bakteri. Bagian ini bertugas sebagai pelindung bagian dalam tubuh bakteri. Selain itu juga, bertugas mempertahankan kelembapan tubuh sel dari suhu lingkungan yang ekstrem.

Dinding Sel

Bagian struktur bakteri yang satu ini bertugas sebagai pelindung serta pemberi bentuk sel. Perlindungan ini diberikan agar bakteri tidak pecah pada lingkungan hipotonik. Dinding sel bakteri tersusun dari peptidoglikan, lipid, serta protein.

Membran Plasma

Membran plasma disusun oleh molekul fosfolipid dan protein yang bersifat selektif permeabel, serta membungkus sitoplasma. Bertugas melindungi tubuh bakteri terhadap lingkungan sekitarnya dan mengatur keluar masuknya ion molekul dan respirasi sel.

Mesosom

Struktur bakteri ini bertugas sebagai penghasil energi karena di dalamnya terdapat enzim-enzim pernapasan. Selain itu, mesosom juga memiliki tugas untuk membentuk dinding sel baru saat bakteri melakukan pembelahan dan menerima DNA saat konjungsi.

Sitoplasma

Sitoplasma tersusun dari protein, lipid, air, mineral, dan enzim-enzim yang bertugas mencerna makanan secara intraseluler. Tidak hanya itu, bagian ini juga bertugas sebagai tempat reaksi-reaksi metabolisme sel.

Ribosom

Struktur bakteri selanjutnya adalah ribosom yang memiliki diameter sangat kecil yaitu 15-20 nm, yang menyebar di seluruh sitoplasma. Ribosom bertugas sebagai tempat terjadinya sintesis protein.

DNA

Asam deoksiribonukleat biasa disingkat DNA, bertugas sebagai pembawa kode gen yang akan diwariskan kepada keturunannya.

Granula dan Vakuola Gas

Granula adalah struktur bakteri yang bertugas sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Sedangkan vakuola gas biasanya terdapat pada bakteri yang hidup di air.

Bagian ini bertugas agar bakteri dapat mengapung, sehingga terkena sinar matahari yang berguna untuk fotosintetis.

Klorosom

Klorosom berisi klorofil dan pigmen-pigmen yang dibutuhkan untuk fotosintesis yang berada di lipatan bawah membran plasma. Biasanya, bagian ini terdapat pada bakteri fotosintetik bertugas untuk melakukan fotosintesis.

Flagela

Struktur bakteri satu ini tersusun dari senyawa protein yang berbentuk seperti bulu cambuk, yang bertugas sebagai alat gerak.

Pilus atau Fimbria

Bagian ini hampir mirip dengan flagela, yang membedakan adalah diameternya lebih kecil seperti rambut halus, kaku, dan mengelilingi dinding sel.

Fimbria bertugas untuk memudahkan melekatkan tubuh bakteri di media tempat hidupnya dan menempel pada bakteri lain.

Demikian penjelasan mengenai struktur bakteri beserta tugasnya yang harus kamu tahu. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan untuk kamu, terima kasih.