8 Unsur-Unsur Seni Rupa dan Contoh Gambarnya

Unsur-Unsur Seni Rupa

Seni rupa diartikan sebagai suatu cabang seni yang menghasilkan karya seni dalam bentuk dan kualitas yang dapat dirasakan oleh indera manusia.

Artinya hasil seni tersebut bisa dilihat dan diraba. Dengan kata lain, seni rupa atau fine art merupakan karya seni yang fokus pada keindahan visual yang dapat disentuh.

Seni rupa dibahas secara lebih mendalam mengenai jenis-jenisnya hingga unsur pembentuknya.

Jenis Seni Rupa

Seni rupa memiliki dua jenis pembagian, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Seni Rupa Murni

Seni rupa murni hanya menonjolkan nilai keindahan dari hasil karya seni, tanpa memperhatikan nilai kegunaan dan manfaatnya.

Fungsi dari hasil karya tersebut hanya sebagai hiasan dengan keindahannya saja tanpa bisa dipakai untuk kegiatan sehari-hari.

Kaligrafi
Kaligrafi – Contoh seni rupa murni

Contoh hasil karya seni rupa murni antara lain lukisan, kaligrafi, patung, graffiti, relief, dan seni fotografi.

Seni Rupa Terapan

Sedangkan seni rupa terapan merupakan hasil karya seni yang lebih unggul dari segi manfaat dan kegunaannya.

Seniman yang membuat hasil seni karya seni rupa terapan harus mempertimbangkan sisi keamanan dan kenyamanan bagi pengguna di samping unsur-unsur seni rupa yang membentuknya.

Anyaman Bambu
Anyaman Bambu – Contoh seni rupa terapan

Contoh hasil karya seni rupa terapan adalah kerajinan tangan, tembikar, peralatan dapur, kain batik, dan anyaman.

Dimensi Seni Rupa

Selain dibedakan dari jenisnya, seni rupa juga dibedakan menurut dimensinya.

Seni Rupa 2 Dimensi

Ada seni rupa 2 dimensi, yaitu hasil karya seni yang bisa dinikmati dari dari dimensi panjang dan lebar saja.

Contoh karya seni 2 dimensi adalah seni lukisan, seni grafis dan seni relief.

Seni Rupa 3 Dimensi

Ada lagi seni rupa 3 dimensi, yaitu karya seni berbentuk bangun ruang dan memiliki volume.

Contoh seni rupa 3 dimensi yaitu seni patung, seni arsitektur, seni kriya dan seni keramik.

Pembahasan mengenai seni rupa juga berlanjut pada unsur-unsurnya. Unsur-unsur seni rupa inilah yang membentuk sebuah karya seni hingga menjadi satu kesatuan yang dapat dinikmati secara visual dan nyata.

Unsur-Unsur Seni Rupa

Secara umum ada 8 unsur yang membentuk seni rupa, yaitu titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur dan gelap terang. Inilah penjelasan lebih detail dari kedelapan unsur tersebut.

1. Titik

Unsur seni rupa (titik)

Titik adalah unsur pembentuk seni rupa yang paling dasar dan paling kecil. Titik merupakan awal ide terciptanya sebuah hasil karya seni. Di semua hasil karya seni rupa, unsur titik ini pasti ada.

Dari sebuah titik, unsur seni rupa yang lain akan tercipta hingga sampai pada akhir proses pembuatan dan terlihatlah hasil karya seni yang dapat dinikmati.

2. Garis

Unsur seni rupa (garis)

Banyak titik yang tergabung, kemudian terbentuklah garis. Garis juga disebut sebagai goresan dan memiliki dimensi yang dibuat ke arah tertentu.

Dalam unsur-unsur seni rupa terdapat beberapa jenis garis, mulai dari panjang, pendek, tebal, tipis, lurus, miring, berombak, patah-patah, vertikal dan horizontal.

3. Bidang

Unsur seni rupa (bidang)

Bidang dihasilkan dari penggabungan garis dengan mempertemukan ujung-ujungnya. Unsur ini menghasilkan beberapa sisi dari karya seni rupa.

Dalam ilmu seni rupa, dikenal beberapa jenis bidang yaitu segiempat, segitiga, lingkaran, trapezium, oval dan lain sebagainya. Bidang termasuk unsur pembentuk karya seni rupa 2 dimensi.

4. Bentuk

Unsur seni rupa (bentuk)

Unsur pembentuk seni rupa berikutnya adalah bentuk. Bentuk menjadi bagian dari pembentuk seni rupa 3 dimensi.

Bentuk ini juga merupakan salah satu dari unsur-unsur seni rupa yang bisa menghidupkan kesan dan memberikan sentuhan serta detail yang sempurna. Bentuk membuat sebuah karya seni menjadi lebih sempurna.

5. Tekstur

Unsur seni rupa (tekstur)

Tekstur diartikan sebagai sebuah keadaan atau sifat suatu karya seni rupa. Tekstur memberikan kesan yang bisa dirasakan oleh indera peraba, yaitu kasar, halus, licin, berpori, dan sejenisnya.

Terdapat pembagian dalam unsur tekstur ini, yaitu tekstur semu dan tekstur nyata. Pembagian ini juga berkaitan dengan penilaian secara visual atau indera penglihatan.

6. Warna

Unsur seni rupa (warna)

Warna adalah bagian dari unsur-unsur seni rupa yang akan memberikan kesan lebih hidup. Warna ini juga dapat menghidupkan suasana seperti senang, sedih, marah, murung dan lainnya.

Perpaduan warna merupakan bagian dari proses penciptaan sebuah karya seni rupa. Sebuah hasil karya seni dengan perpaduan warna yang tepat pasti akan bernilai tinggi.

7. Ruang

Unsur seni rupa (ruang)

Dalam seni rupa, unsure ruang memiliki dua sifat yaitu semu dan nyata. Dalam karya 2 dimensi, ruang bersifat semu karena hanya berupa penggambaran saja.

Sementara dalam karya seni 3 dimensi, ruang bersifat nyata dan dapat dirasakan secara langsung.

8. Gelap Terang

Unsur seni rupa (gelap terang)

Unsur gelap terang ini bergantung terhadap intensitas cahaya. Artinya semakin besar intensitas cahaya maka akan semakin terang. Sebaliknya semakin kecil intensitas cahaya, maka akan semakin gelap.

Dalam karya seni 2 dimensi, unsur ini dibuat berdasarkan gradiensi dan pemilihan warna.

Sebagai bagian dari kesenian, seni rupa memiliki penjelasan lebih detail mengenai pengertian, jenis dan unsur-unsur seni rupa itu sendiri.

Semua penjelasan tersebut harusnya dipahami secara mendalam jika ingin menghasilkan sebuah karya yang indah. Seni rupa memang tidak pernah bisa terlepas dari kehidupan manusia.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *