Homo Soloensis: Sejarah, Ciri-ciri, Pengertian (Lengkap)

Homo Soloensis merupakan salah satu tipe dari jenis manusia purba yang pernah ada. Jenis manusia ini bernama Homo Soloensis, Homo Soloensis tentu memiliki perbedaan dengan jenis homo yang lainnya.

Seperti Homo Sapiens dan jenis homo yang lainnya. Apalagi setiap jenis manusia purba memang memiliki perbedaan yang bisa dilihat dari kepala, badan, kaki maupun tangan.

Sehingga kamu bisa membedakan mana manusia purba yang memiliki tipe Homo Soloensis dan mana manusia purba yang bukan termasuk ke dalam Homo Soloensis.

Dengan adanya perbedaan pada organ tubuh tentu bisa dijadikan acuan sebagai pembeda jenis manusia satu dengan jenis manusia yang lainnya.

Setiap jenis manusia purba memiliki tinggi badan yang berbeda antara homo yang satu dengan yang lainnya. Mau tahu seperti apa? Pahami di bawah ini, ya!

Apa itu Homo Soloensis?

Jenis Homo Soloensis adalah salah satu manusia purba yang sering dikenal dengan sebutan manusia dari solo. Homo jenis ini juga memiliki nama lain seperti Homo Erectus Soloensis ( homo e. soloensis).

Homo Soloensis

Banyak orang yang mengatakan bahwa manusia dari solo ini hidup di sekitar sungai Bengawan Solo, tepatnya di Solo. Manusia purba dari Solo ini memang hidup di zaman paleolitikum atau yang biasa dikenal dengan sebutan zaman batu tua.

Jenis manusia purba dari Solo ini juga sudah diancam punah, sehingga sulit sekali untuk menemukan keberadaan dari mereka. Jenis manusia yang satu ini memiliki kingdom bernama animalia dengan filum yang bernama chordata lalu bisa dikatakan dengan kelas yang dinamakan mamalia.

Selain kelas mamalia, jenis manusia ini juga masuk ke dalam ordo primata dengan subordo haplorrhini. Selain ada ordo dan sub-ordo, ada pula famili dengan nama hominidae.

Jenis homo yang berasal dari Solo ini mempunyai subfamili yang bernama homininae. Jika sebelumnya sudah ada subfamili, seperti manusia biasanya.

Jenis Homo Soloensis juga mempunyai bangsa yang bernama hominini dengan genus homo dan spesies yang bernama Homo Erectus. Jenis homo ini pernah dikatakan sebagai jenis Homo Sapiens. Tetapi hal ini berbeda, kali ini jenis homo dari Solo sudah termasuk ke dalam kategori Homo Erectus.

Homo yang berasal dari Solo ini juga pernah mengalami kemiripan dengan jenis homo Neanderthalensis. Jenis homo Neanderthalensis ini biasanya hidup di daerah Asia, Afrika maupun Eropa.

Ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa kedua jenis homo tersebut memang memiliki kemiripan antara satu sampai yang lainnya. Mungkin bisa dikatakan ada beberapa organ tubuh dari kedua jenis homo tersebut yang memiliki kesamaan.

Ciri-ciri Homo Soloensis

  • Volume otaknya sekitar 1000 hingga 1200 cc
  • Memiliki Tinggi badan sekitar 130 – 210 cm
  • Tengkorak berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus
  • Otak kecil homo soloensis berukuran lebih besar daripada otak kecil pada Pithecanthropus Erectus
  • Otot pada tengkuk mengalami penyusutan
  • Muka tidak menonjol ke depan
  • Tonjolan pada kening agak terputus ditengah (Diatas hidung)
  • Dapat berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna

Berikut ini Hasil Budaya yang ditemukan dari Homo Soloensis:

  • Kapak gengam / Kapak perimbas
  • Alat serpih
  • Peralatan yang terbuat dari tulang

Jenis-jenis Fosil yang Ditemukan

Jenis-jenis Fosil homo soloensis yang Ditemukan

Rata – rata setiap manusia purba yang pernah hidup pasti mempunyai fosil yang berbeda – beda dimulai dari bentuk yang kecil sampai yang besar. Rata – rata fosil yang ada dari jenis Homo Soloensis itu ditemukan di Indonesia.

Pertama – Tama ada salah satu fosil yang ditemukan di Blora yaitu seperti tengkorak dari Homo Erectus Soloensis. Selain di Blora, ada pula di beberapa daerah seperti Sangiran, kecamatan Sambungmacan tepatnya di daerah Sragen, dan Pulau Jawa.

Ada beberapa orang yang berhasil menemukan berbagai fosil yaitu Ter Haar, Oppenoorth dan Gustav Heinrich Ralph Von Koenigswald. Tepatnya mereka menemukan berbagai fosil bisa diperkirakan pada tahun 1931 sampai dengan 1933.

Saat itu, masih pada lapisan pleistosen atas sampai dengan lapisan pleistosen akhir. Gustav Heinrich Ralph Von Koenigswald menemukan beberapa fosil seperti hewan mamalia, tengkorak, dan beberapa alat purba yang lainnya.

Ada beberapa lapisan yang ada pada zaman purba seperti lapisan ngandong bisa dikatakan pleistosen atas, lapisan trinil bisa disebut dengan sebutan lapisan tengah dan lapisan Jetis disebut dengan pleistosen bawah.

Pada lapisan ngandong atau yang bisa disebut dengan pleistosen atas ditemukan berbagai jenis homo seperti jenis Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.

Sedangkan jenis lapisan yang kedua menemukan Pithecanthropus Erectus. Dan ada pula pada lapisan yang terakhir ditemukan Pithecanthropus Robustus, Homo Mojokertensis dan Meganthropus Paleojavanicus.

Sekian penjelasan yang bisa saya sampaikan kali ini mengenai jenis Homo Soloensis. Semoga penjelasan di atas bisa menambah pengetahuan kamu tentang jenis manusia purba. Selamat belajar!