Pithecanthropus Mojokertensis : Sejarah dan Ciri-cirinya

Manusia purba merupakan manusia yang hidup pada masa prasejarah, dimana cara bertahan hidupnya masih sangat sederhana dan bergantung dengan alam. Di Indonesia, manusia purba dibagi menjadi 3 bagian yaitu Meganthropus Paleojavanicus, Pithecanthropus (Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Mojokertensis, dan Pithecanthropus Soloensis), serta Homo.

Pithecanthropus Mojokertensis

Nah, dalam ulasan kali ini akan dipaparkan bagaimana sejarah dari Pithecanthropus Mojokertensis beserta ciri-cirinya. Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Sejarah Pithecanthropus Mojokertensis

Secara etimologi, istilah Pithecanthropus Mojokertensis berasal dari Bahasa Latin yaitu phithecos artinya kera, anthropus artinya manusia, dan mojokertensis artinya tempat dimana ditemukannya fosil manusia purba yaitu di kawasan Mojokerto.

Jadi, Pithecanthropus Mojokertensis merupakan manusia purba yang berasal dari daerah Mojokerto, Jawa Timur.

Sejarah Pithecanthropus Mojokertensis

Fosil dari manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis ini ditemukan pada 1936-1941 oleh Gustav Heinrich Ralph Von Koenigswald di Mojokerto, yang diidentifikasi bahwa fosil yang ditemukan saat itu masih berusia balita yaitu sekitar 5-6 tahun.

Adapun cara hidup dari Pithecanthropus Mojokertensis ini nomaden atau berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan bergantung kepada sesuatu yang ada di alam. Dengan berpindah-pindah tempat, maka mereka akan lebih cepat untuk menemukan makanan yang mereka cari.

Pithecanthropus Mojokertensis ini belum bisa memahami bagaimana cara memasak, jadi mereka memakan hewan buruan yang masih mentah. Adapun sebagian besar dari mereka mencari makanan disepanjang lembah atau disekitar hantaran sungai.

Alat atau hasil budaya yang dibuat oleh mereka untuk berburu yaitu pahat genggam, alat serpih, kapak genggam, kapak perimbas, kapak penetak, dan alat-alat tulang yang digunakan untuk menguliti hewan hasil buruan.

Pithecanthropus Mojokertensis ini hidup berkelompok yang terdiri dari 4-15 individu yang saling berdampingan dengan satu pemimpin. Pemimpin kelompok ini memiliki usia yang lebih tua dan berjenis kelamin laki-laki yang bertugas untuk mengarahkan lokasi tempat tinggal berikutnya.

Ciri-ciri Pithecanthropus Mojokertensis

Di Indonesia, banyak sekali kerangka fosil manusia yang ditemukan. Hal ini membuktikan bahwa berjuta-juta tahun yang lalu banyak manusia purba yang pernah tinggal di negara ini.

Karena dilihat dari daerahnya yang tropis, kaya akan sumber daya alam, Indonesia menjadi tempat yang sangat cocok untuk manusia purba salah satunya yaitu jenis Pithecanthropus khususnya Pithecanthropus Mojokertensis.

Pithecanthropus merupakan jenis manusia purba yang paling tua apabila dibandingkan dengan genus homo, fosilnya pun paling banyak ditemukan di Indonesia.

Jika dilihat dari segi kontur kepala dan bentuk badan, jenis manusia purba Pithecanthropus sangat berbeda dengan Homo.

Adapun ciri khas dari Pithecanthropus Mojokertensis ini yaitu perawakan tubuhnya yang mirip seperti kera dengan bentuk hidung yang melebar.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan ciri-ciri dari Pithecanthropus Mojokertensis yaitu:

  • Dapat berdiri tegak
  • Memiliki bentuk fisik tubuh yang tegap dan kekar
  • Memiliki tinggi badan antara 165-180 cm
  • Memiliki bentuk hidung yang lebar
  • Bagian tulang pipi menonjol
  • Memiliki bagian kening yang menonjol, namun di bagian muka tidak menonjol ke depan. Sedangkan pada bagian dahi menjorok ke belakang
  • Tidak memiliki dagu
  • Memiliki kapasitas volume otak antara 750-1.300 cc
  • Memiliki otot bagian tengkuk kecil
  • Memiliki gigi geraham (pengunyah) yang kuat
  • Memiliki rahang yang kuat
  • Memiliki tulang ubun-ubun tengkorak yang tebal dengan berbentuk menonjol ke atas
  • Hidup secara berkelompok.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah Pithecanthropus Mojokertensis beserta ciri-cirinya. Semoga bermanfaat.